Selasa, 18 Februari 2025

Kesimpulan dari ITN Practice PT Skills Assessment (PTSA)

 

Kesimpulan dari ITN Practice PT Skills Assessment (PTSA)

Beberapa hal yang perlu diingat saat menyelesaikan aktivitas ini:
  1. Jangan gunakan tombol Kembali pada browser atau menutup atau memuat ulang jendela ujian selama ujian berlangsung.
  2. Jangan tutup Packet Tracer setelah selesai. Program akan menutup secara otomatis.
  3. Klik tombol Kirim Penilaian di jendela browser untuk mengirimkan pekerjaan Anda.

Untuk mengerjakan ITN Practice PT Skills Assessment (PTSA), berikut adalah langkah-langkah umum yang bisa di ikuti:

1. Persiapkan Lingkungan Belajar

  • Pastikan memiliki koneksi internet yang stabil.
  • Siapkan perangkat yang nyaman digunakan untuk belajar (misalnya laptop atau komputer).
  • Gunakan software atau aplikasi yang diperlukan dalam ujian (misalnya simulator jaringan jika diperlukan).

2. Baca Instruksi dengan Seksama

  • Sebelum mulai, baca semua instruksi yang diberikan dalam PTSA dengan hati-hati. Instruksi ini biasanya mencakup cara mengerjakan soal dan hal-hal yang perlu dilakukan dalam latihan atau simulasi.

3. Pahami Topik yang Diuji

  • PTSA biasanya menguji keterampilan dalam berbagai aspek jaringan komputer, seperti pengaturan perangkat, troubleshooting, dan konfigurasi jaringan.
  • Beberapa topik umum yang diuji dalam ITN (Introduction to Networks) antara lain:
    • Dasar-dasar model OSI
    • Pengalamatan IP dan subnetting
    • Konfigurasi perangkat jaringan (seperti router dan switch)
    • Pemecahan masalah jaringan
    • Perintah-perintah CLI (Command Line Interface) dasar

4. Mengerjakan Soal dengan Praktik

  • PTSA sering kali berupa simulasi atau latihan berbasis perangkat lunak yang mengharuskan kamu untuk mengonfigurasi atau memecahkan masalah pada jaringan.
  • Cobalah untuk melakukan konfigurasi langsung pada perangkat yang disimulasikan dalam soal. Misalnya, kamu mungkin diminta untuk mengatur routing, membuat VLAN, atau memecahkan masalah konektivitas.

5. Gunakan Referensi dan Sumber Belajar

  • Jika ada pertanyaan yang membingungkan atau membutuhkan pengetahuan lebih lanjut, gunakan referensi seperti buku CCNA atau sumber daya online terkait Cisco Networking Academy.
  • Jangan ragu untuk menggunakan perangkat simulasi seperti Packet Tracer atau GNS3 untuk berlatih, terutama jika soal melibatkan pengaturan perangkat secara langsung.

6. Cek Kembali Jawaban dan Hasil Simulasi

  • Setelah selesai, pastikan untuk memeriksa kembali setiap langkah dan jawaban yang kamu masukkan.
  • Periksa apakah perangkat sudah dikonfigurasi dengan benar, seperti pengaturan IP, routing, atau status perangkat.
  • Pastikan bahwa setiap perintah yang dimasukkan di CLI memberikan hasil yang diinginkan, dan tidak ada kesalahan yang dapat mengganggu performa jaringan.

7. Selesaikan Sesuai Waktu yang Ditetapkan

  • Biasanya, PTSA memiliki batas waktu tertentu untuk mengerjakannya. Pastikan untuk mengelola waktu dengan baik agar tidak terburu-buru di akhir.

Kesimpulan :

Dalam penilaian ini, Saya akan mengonfigurasi perangkat dalam jaringan IPv4/IPv6. Demi menghemat waktu, saya tidak akan diminta untuk melakukan semua konfigurasi pada semua perangkat jaringan seperti yang mungkin harus saya lakukan dalam jaringan nyata atau penilaian lainnya. Sebaliknya, saya akan menggunakan keterampilan dan pengetahuan yang telah Anda pelajari di lab dan pelacak paket dalam kursus ini untuk mengonfigurasi router Departemen Ilmu Komputer . Selain itu, saya akan mengalamatkan host pada dua LAN dengan alamat IPv4 dan IPv6 serta mengaktifkan dan mengalamatkan antarmuka manajemen Switch LAB 214-A .

Saya akan menerima salah satu dari beberapa topologi.

Saya tidak diharuskan mengonfigurasi Sakelar LAB 124-C, dan saya tidak akan dapat mengaksesnya dalam aktivitas penilaian keterampilan praktik ini.

Semua konfigurasi perangkat IOS harus diselesaikan dari koneksi terminal langsung ke konsol perangkat. Selain itu, banyak nilai yang diperlukan untuk menyelesaikan konfigurasi belum diberikan kepada saya. Dalam kasus tersebut, buat nilai yang saya perlukan untuk melengkapi persyaratan. Untuk nilai yang telah diberikan kepada saya, nilai tersebut harus dimasukkan persis seperti yang muncul agar saya mendapatkan kredit penuh untuk konfigurasi saya.


Saya akan berlatih dan dinilai berdasarkan keterampilan berikut:

  • Konfigurasi pengaturan awal perangkat IOS
  • Desain dan perhitungan pengalamatan IPv4
  • Konfigurasi antarmuka perangkat IOS termasuk pengalamatan IPv4 dan IPv6 bila sesuai
  • Pengalamatan host jaringan dengan alamat IPv4 dan IPv6
  • Meningkatkan keamanan perangkat, termasuk konfigurasi protokol transportasi aman untuk manajemen perangkat jarak jauh
  • Konfigurasi antarmuka manajemen virtual sakelar

Persyaratan berdasarkan perangkat:

Router Departemen CS:

  • Konfigurasi pengaturan router awal
  • Konfigurasi antarmuka dan pengalamatan IPv4 dan IPv6
  • Peningkatan keamanan perangkat, atau penguatan perangkat
  • Transportasi aman untuk koneksi konfigurasi jarak jauh seperti yang dibahas di lab dan Packet Tracer dalam kursus.

LAB 214-A Switch:
- Mengaktifkan manajemen jarak jauh dasar melalui Telnet
- Host PC dan Server:

  • Pengalamatan penuh IPv4
  • Pengalamatan IPv6

Rabu, 12 Februari 2025

Tugas IP Address IPv4

 Tugas IP Address IPv4

Konsep Dasar IPv4
1. Menggunakan bilangan biner (0 1)
2. Terdiri dari 32 bit
3. Dibagi menjadi 4 oktet, tiap oktet (8 bit)
4. Jika dikonversi ke bilangan desimal [ 0.0.0.0 - 255.255.255.255 ]
5. Netmask Subnetmask ( Network ID & Host ID )
6. 0 yang paling kiri biasanya jadi Network Address (NA). 255 yang paling kanan termasuk Broadcast Address (BA).

Perhitungan IP Address
a. Subnet Mask

    Subnet mask adalah sebuah metode yang digunakan untuk menambah jaringan. Metode penambahan jaringan ini dilakukan dengan cara memecah jaringan komputer menjadi ukuran yang lebih kecil (subnetwork). Pemecahan atau pembagian jaringan hanya dapat diterapkan pada IP address kelas A, B, dan C. Praktik pemecahan ini juga dikenal dengan istilah ‘subnetting’. Dengan kata lain, fungsi subnet mask adalah untuk memunculkan beberapa tambahan jaringan dengan cara memecahnya. Perlu diingat bahwa teknik ini memerlukan kalkulasi yang cermat karena berdampak pada pengurangan jumlah maksimum host network. Kemudian, apakah perbedaan IP address dan subnet mask? IP address menunjukkan alamat suatu perangkat sedangkan subnet mask menunjukkan IP address tersebut berada di jaringan (subnet) yang mana. Pada dasarnya, kedua istilah tersebut berperan untuk mengonversi semua nilai bit. Mulai dari bit yang di-set sebagai Network dan Host ID, hingga hasil nilai bit-nya diubah menjadi dotted decimal notation.

b. Jumlah/Total IP

c. Jumlah Host
    Dalam bahasa Indonesia, host sendiri berarti tuan rumah, dan peran tuan rumah dalam dunia jaringan tidak jauh berbeda dengan peran tuan rumah pada umumnya. Pada umumnya, tuan rumah adalah orang yang harus mengakomodasi dan ‘menampung’ para tamu. Pada kasus jaringan, host berfungsi sebagai media penampung klien-klien. Alat yang di jadikan sebagai host ini sering kali di sebut sebagai komputer server (tidak selamanya seperti ini) jika kalian pernah atau sering bermain atau berkunjung ke warung internet yang tersebar di banyak tempat.

d. Network Address
    Network Address Merupakan alamat pertama pada sebuah jaringan atau network yang tidak dapat digunakan kecuali dalam keadaan tertentu. yang dimaksud keadaan tertentu adalah dimana host dipaksa untuk menggunakan Full Routing sebelum menuju ke Host selanjutnya, jadi Host dipaksa untuk berkomunikasi terlebih dahulu pada router sebelum berkomunikasi pada host lainnya.

e. Broadcast Address
    Broadcast Network Merupakan alamat terakhir pada sebuah jaringan / Network yang tidak bisa digunakan. sesuai namanya Broadcast address Ip ini digunakan untuk melakukan Broadcasting ke seluruh Host didalam sebuah jaringan.

f. Range IP Host
    Range IP adalah rentang antara IP awal dan IP akhir dalam suatu jaringan IP yang memiliki ID jaringan yang sama. IP dikatakan berada dalam range yang sama jika memiliki ID jaringan yang identik, terlepas dari ID hostnya. Contohnya adalah IP kelas A 118.98.218.1 dan 118.98.218.2 yang memiliki ID jaringan 118, sehingga termasuk dalam range IP yang sama.

Soal :
1. 192.168.23.1 /24
2. 192.16.32.18 /17
3. 172.32.16.4 /7

Jawaban & Penjelasan Soal :

1. 192.168.23.1 /24
a. merubah desimal ke biner terlebih dahulu

b. menghitung prefix (/24) dan Subnet Mask ;

1. Tentukan Kelas dari Alamat IP

Untuk menentukan kelas dari alamat IP, ketahui klasifikasi alamat IP di bawah terlebih dahulu:

•  Alamat IP yang diawali angka 1 hingga 126, masuk ke kelas A.

• Alamat IP yang diawali angka 128 hingga 191, masuk ke kelas B.

• Alamat IP yang diawali angka 192 hingga 223, masuk ke kelas C.

2. Hitung Jumlah Bit untuk Menentukan Subnet

Rumus yang dipakai untuk menghitung jumlah bit adalah Log2 (jumlah subnet + 2).

3. Susun Subnet Mask dalam Biner

Gunakan hasil perhitungan jumlah bit di atas untuk menyusun subnet mask dalam bentuk biner dengan klasifikasi biner default. Di mana klasifikasi tersebut adalah:

• Kelas A: 11111111.00000000.00000000.00000000 (8 bit)

• Kelas B: 11111111.11111111.00000000.00000000 (16 bit)

• Kelas C: 11111111.11111111.11111111.00000000 (24 bit).

4. Ganti Bit Subnet dalam Klasifikasi Biner

Langkah selanjutnya adalah mengganti bit subnet dalam klasifikasi biner.

5. Konversi Nilai Biner ke Desimal

Lalu, konversikan nilai iner di atas dengan desimal. Untuk oktet 1111111 ditulis 255 dan oktet 00000000 ditulis 0.

6. IP Subnet Mask Diketahui

Dari perhitungan di atas, dapat diketahui IP subnet mask adalah 255.255.255.0.


c. menghitung jumlah/total IP. Hasil total IP adalah hasil dari 2^8 (0 nya ada 8) diatas. 2^8 = 256


d. menghitung jumlah host. Hasil jumlah Host adalah hasil perhitungan dari Total IP dikurang Network Address dan Broadcast Address.


e. menghitung Network Address dengan menggunakan gerbang logika AND. Gerbang logika AND dapat menerima dua atau lebih input dan menghasilkan sebuah output. Gerbang logika ini akan menghasilkan nilai true (1) hanya jika semua input-nya bernilai true (1).


f. menghitung Broadcast Address dengan menggunakan gerbang logika X-NOR. Gerbang X-NOR dapat menerima dua atau lebih input dan menghasilkan sebuah output. Gerbang logika ini akan menghasilkan nilai true (1) apabila input yg dimasukkan memiliki nilai yg sama.


g. menghitung Range IP Host. Network Address ujungnya ditambah 1. Dan Broadcast Address ujungnya dikurang 1.


Itulah, Jawaban dan Penjelasan soal IP Address nomor 1. Jadi, didapat ;

a. Subnet Mask ; 255.255.255.0

b. Jumlah/total IP ; 256

c. Jumlah Host ; 256 - 2 = 254

d. Network Address ; 192.168.23.0

e. Broadcast Address ; 192.168.23.255

f. Range IP Host ; 192.168.23.1 - 192.168.23.254



2. 192.16.32.18 /17
a. merubah desimal ke biner terlebih dahulu


b. menghitung prefix (/17) dan Subnet Mask ;
1. Tentukan Kelas dari Alamat IP
Untuk menentukan kelas dari alamat IP, ketahui klasifikasi alamat IP di bawah terlebih dahulu:

• Alamat IP yang diawali angka 1 hingga 126, masuk ke kelas A.
• Alamat IP yang diawali angka 128 hingga 191, masuk ke kelas B.
• Alamat IP yang diawali angka 192 hingga 223, masuk ke kelas C.
2. Hitung Jumlah Bit untuk Menentukan Subnet
Rumus yang dipakai untuk menghitung jumlah bit adalah Log2 (jumlah subnet + 2).

3. Susun Subnet Mask dalam Biner
Gunakan hasil perhitungan jumlah bit di atas untuk menyusun subnet mask dalam bentuk biner dengan klasifikasi biner default. Di mana klasifikasi tersebut adalah:

• Kelas A: 11111111.00000000.00000000.00000000 (8 bit)

• Kelas B: 11111111.11111111.00000000.00000000 (16 bit)

• Kelas C: 11111111.11111111.11111111.00000000 (24 bit).

4. Ganti Bit Subnet dalam Klasifikasi Biner
Langkah selanjutnya adalah mengganti bit subnet dalam klasifikasi biner.

5. Konversi Nilai Biner ke Desimal
Lalu, konversikan nilai iner di atas dengan desimal. Untuk oktet 1111111 ditulis 255 dan oktet 00000000 ditulis 0.

6. IP Subnet Mask Diketahui
Dari perhitungan di atas, dapat diketahui IP subnet mask adalah 255.255.128.0


c. menghitung Jumlah/total IP. Hasil total IP adalah hasil dari 2^15 (0 nya ada 15) diatas. 2^15 = 32.768


d. menghitung Jumlah Host. Hasil jumlah Host adalah hasil perhitungan dari Total IP dikurang Network Address dan Broadcast Address.


e. menghitung Network Address dengan menggunakan gerbang logika AND. Gerbang logika AND dapat menerima dua atau lebih input dan menghasilkan sebuah output. Gerbang logika ini akan menghasilkan nilai true (1) hanya jika semua input-nya bernilai true (1).


f. menghitung Broadcast Address dengan menggunakan gerbang logika X-NOR. Gerbang X-NOR dapat menerima dua atau lebih input dan menghasilkan sebuah output. Gerbang logika ini akan menghasilkan nilai true (1) apabila input yg dimasukkan memiliki nilai yg sama.


g. menghitung Range IP Host. Network Address ujungnya ditambah 1. Dan Broadcast Address ujungnya dikurang 1.


Itulah, Jawaban dan Penjelasan soal IP Address nomor 2. Jadi, didapat ;
a. Subnet Mask ; 255.255.128.0
b. Jumlah/total IP ; 32.768
c. Jumlah Host ; 32.768 - 2 = 32.766
d. Network Address ; 192.16.0.0
e. Broadcast Address ; 192.16.127.255
f. Range IP Host ; 192.16.0.1 - 192.16.127.254



3. 172.32.16.4 /7
a. merubah desimal ke biner terlebih dahulu


b. menghitung prefix (/7) dan Subnet Mask ;

1. Tentukan Kelas dari Alamat IP

Untuk menentukan kelas dari alamat IP, ketahui klasifikasi alamat IP di bawah terlebih dahulu:

•  Alamat IP yang diawali angka 1 hingga 126, masuk ke kelas A.

• Alamat IP yang diawali angka 128 hingga 191, masuk ke kelas B.

• Alamat IP yang diawali angka 192 hingga 223, masuk ke kelas C.

2. Hitung Jumlah Bit untuk Menentukan Subnet

Rumus yang dipakai untuk menghitung jumlah bit adalah Log2 (jumlah subnet + 2).

3. Susun Subnet Mask dalam Biner

Gunakan hasil perhitungan jumlah bit di atas untuk menyusun subnet mask dalam bentuk biner dengan klasifikasi biner default. Di mana klasifikasi tersebut adalah:

• Kelas A: 11111111.00000000.00000000.00000000 (8 bit)

• Kelas B: 11111111.11111111.00000000.00000000 (16 bit)

• Kelas C: 11111111.11111111.11111111.00000000 (24 bit).

4. Ganti Bit Subnet dalam Klasifikasi Biner

Langkah selanjutnya adalah mengganti bit subnet dalam klasifikasi biner.

5. Konversi Nilai Biner ke Desimal

Lalu, konversikan nilai iner di atas dengan desimal. Untuk oktet 1111111 ditulis 255 dan oktet 00000000 ditulis 0.

6. IP Subnet Mask Diketahui

Dari perhitungan di atas, dapat diketahui IP subnet mask adalah 254.0.0.0


c. menghitung Jumlah/total IP. Hasil total IP adalah hasil dari 2^25 (0 nya ada 25) diatas. 2^25 = 33.554.432


d. menghitung Jumlah Host. Hasil jumlah Host adalah hasil perhitungan dari Total IP dikurang Network Address dan Broadcast Address.


e. menghitung Network Address dengan menggunakan gerbang logika AND. Gerbang logika AND dapat menerima dua atau lebih input dan menghasilkan sebuah output. Gerbang logika ini akan menghasilkan nilai true (1) hanya jika semua input-nya bernilai true (1).


f. menghitung Broadcast Address dengan menggunakan gerbang logika X-NOR. Gerbang X-NOR dapat menerima dua atau lebih input dan menghasilkan sebuah output. Gerbang logika ini akan menghasilkan nilai true (1) apabila input yg dimasukkan memiliki nilai yg sama.


g. menghitung Range IP Host. Network Address ujungnya ditambah 1. Dan Broadcast Address ujungnya dikurang 1.


Itulah, Jawaban dan Penjelasan soal IP Address nomor 3. Jadi, didapat ;
a. Subnet Mask ; 254.0.0.0
b. Jumlah/total IP ; 33.554.432
c Jumlah Host ; 33.554.432 - 2 = 33.554.430
d. Network Address ; 172.0.0.0
e. Broadcast Address ; 173.255.255.255
f. Range IP Host ; 172.0.0.1 - 173.255.255.254















Install SSH Server/Aktifasi Server Redhat 9.4 & Akses di PuTTY

Mengaktifkan SSH untuk Akses PuTTY - ketikkan: nano /etc/ssh/sshd_config (akan muncul tampilan seperti dibawah ini) cari: PermitRootLogin  n...